
Puluhan remaja Banda Aceh, Aceh Besar dan beberapa kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam mulai memadati pelataran parkir Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya. Para penonton sendiri ini langsung menuju bibir panggung untuk bisa melihat sang idola. Idola itu sendiri adalah Slank. Grup rock papan atas Indonesia ini tampil sebagai sebuah band pamungkas dalam rangka peringatan hari lingkungan se dunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni.

Acara yang bertemakan Deungon Tajaga Uteun Ta Peulindong Ie ini sendiri diadakan oleh Flora Fauna Indonesia (FFI) yang memang konsisten pada programnya yaitu menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Slank sendiri menerima undangan dari FFI serta didukung oleh beberapa sponsor sehingga dapat hadir di Nanggroe Aceh Darussalam.

Penampilan Slank sendiri ini Aceh adalah pertama kalinya dalam sejarah band ini yang berdiri pada 26 Desember 1973. Band yang beranggokan Kaka, BimBim, Abdee Negara, Ridho Hafiezd serta Ivanka ini begitu antusias sekali ketika mendapat undangan untuk dapat tampil di Aceh. Kaka sendiri yang merupakan vokalis Slank ini ketika mendarat langsung melakukan sujud syukur karena akhirnya bisa tampil di Aceh.

Penampilan pada siang itu sendiri dibuka oleh kata-kata sambutan dari panitia FFI, disusul dengan tarian Ranub Lampuan oleh pembacaan doa agar acara dapat terlaksana dengan baik dan aman. Pada kesempatan berikutnya dari pihak pemerintah Nanggroe Aceh Darussalam juga menyampaikan kata sambutan dari Gubernur NAD Irwandi Yusuf yang berhalangan hadir sehingga diwakili.

Setelah itu acara langsung diikuti dengan orasi serta pembacaan puisi oleh Alka Ara beserta kawan-kawan. Puisi dan orasi ini sendiri berisi ajakan kepada para pemuda serta pemudi Aceh untuk menjaga lingkungan dan melestarikannya dengan sekuat tenaga. Setelah pembacaan puisi dan orasi selesai Rafli dan Kande Band langsung naik ke pentas dengan membawakan beberapa lagu yang sudah tak asing ditelinga para audiensi. Rafli dan Kande band pun mendapat sambutan yang cukup meriah sambil menunggu Slank akan tampil.

Rafli dan Kande pun berhasil menenangkan penonton yang sudah mulai berteriak-teriak agar Slank segera tampil. Namun Adzan Ashar pun berkumandang dan break selama lebih kurang 15 menit. Setelah masa jeda selesai langsung tarian Rapai Geleng menuju panggung dengan semangat para penari dari IAIN Ar- Raniry ini mengisi acara sambil menunggu Slank yang lagi bersiap-siap.
Sayup-sayup terdengar intro lagu Lapindo yang merupakan salah satu lagu baru slank yang bertajuk Slow But Sure. Setelah Intro selesai Slank langsung membuka konser dengan membawakan I Miss U but I Hate U. Penonton langsung menyambut Slank dengan gegap gempita. Penonton langsung ikut bernyanyi dan bergoyang mengikuti hentakan musik rock dan blues yang ditampilkan Slank. Slank juga membawakan tembang-tembang lawas seperti terlalu manis, Maafkan, Tonk Kosong, Cinta, Slalu begitu, Bang Bang Tut, Solidaritas, Piss, Thats All dan beberapa hits Slank lainnya.
Slank sendiri dalam beberapa kesempatannya sangat senang bisa hadir di Aceh dan turut menyatakan sedih terhadap kerusakan alam di Aceh dan berduka pada korban Gempa dan Tsunami yang menimpa Aceh.
Akhir acara pun ditutup dengan kolaborasi Slank dan Rafli beserta Kande band dengan membawakan lagu balikin dalam versi Aceh dan Indonesia secara bersamaan. Acara ini sendiri berlangsung sukses walaupun ada insiden kecil dibeberapa sudut namun dapat dikendalikan oleh pihak keamanan.

Namun kurang tegasnya panitia dan pihak keamanan menyebabkan para wartawan dari media cetak dan elektronik sulit merekam beberapa momen karena banyak sekali pihak-pihak yang tidak memiliki tanda pengenal masuk ke area para wartawan untuk mengambil gambar. Tapi secara keseluruhan Acara sukses dan sangat akrab. Penonton pun sangat puas karena dapat mengobati rindu para Slankers sebutan bagi para penggemar berat Slank yang hadir dari berbagai penjuru Aceh.
All Photo by: Onik